Rabu, 11 September 2013
Kamis, 11 Juli 2013
Jumat, 14 Juni 2013
carut marut UN
ini dia 4 biang kerok carut marut UN 2013
07.48 Berita Pendidikan No comments
mendikbud
Jakarta - Petang tadi (13/05) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membeberkan hasil investigasi mengenai carut marut penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat. Investigasi dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud atas desakan berbagai pihak untuk mencari biang kerok kekacauan dalam penyelenggaraan UN 2013.
Menurut Nuh Dari hasil Investigasi Itjen setidaknya terdapat 4 alasan penyebab UN 2013 bermasalah. Penyebab pertama Nuh menyebutkan keterlambatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) menjadi titik awal masalah carut marutnya UN 2013.
" Belum turunnya anggaran untuk penyelenggaraan UN karena DIPA Balitbang baru dapat digunakan 13 maret 2013, sehingga tanda tangan kontrak baru dilakukan 15 maret " keterangan M.Nuh pada konpres di KemenDikBud (13/05).
"Padahal, persetujuan DPR sudah dari 21 Desember, lalu surat ke Kemenkeu tentang revisi DIPA pada 26 Desember, Namun bulan itu belum mendapat jawaban " Lanjutnya.
Kelemahan menejerial di kemendikbud menjadi penyebab ke kedua carut marutnya penyelenggaraan UN 2013. Ini berkaitan dengan proses penyampaian naskah UN dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) tidak menyerahkan pada percetakan secara menyeluruh, melainkan secara bertahap yaitu, tanggal 15 maret, 18 maret dan 23 maret.
Penyebab ketiga lanjut menteri kemendikbud adalah manejerial di PT Gahlia Indonesia Printing bermasalah. "Terdapat permasalahan Teknis pada saat persiapan percetakan, yaitu percetakan ternyata tidak siap untuk mencetak naskah UN yang berwarna serta soal dan lembar jawabannya digabung " Jelas M. Nuh.
Menurut nya "kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya kontrol oleh PPK UN atas mekanisme pola kerja percetakan untuk mengantisipasi gangguan pekerjaan percetakan, tanggung jawab dan komitmen percetakan pun lemah"
Dan yang menjadi biang kerok keempat atas carut marutnya UN 2013 menurut M. Nuh adalah lemahnya tim pengawas dipercetakaan yang menimbulkan banyaknya naskah yang tertukar.
"Kelemahan tim pengawas, tugas tim pengawas di percetakan untuk melakukan validasi data peserta UN dengan kebutuhan amplop naskah UN disetiap sekolah tidak berjalan dengan baik, sehingga masih ditemukan kekurangan amplop naskah dan salah alamat pengiriman amplop naskah UN"terang Nuh.
Hasil Investigasi Inspektorat Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat konferensi pres di Jakarta.
Sumber Referensi : www.jpnn.com
www.edukasi.kompas.com
www.antaranews.com
masalah UN, UN tetap dinyatakan sah
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengklaim Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA sederajat tahun 2012/2013 sah. Meskipun jadwal pelaksanaannya di bergeser di sejumlah daerah, UN untuk SMA dinilai telah berjalan sesuai prosedur.
"Pelaksanaan UN SMA sederajat Tahun Pelajaran 2012/2013 telah mengikuti prosedur yang ditetapkan maka pelaksanaan UN adalah sah," kata Kepala BSNP Aman Wirakartakusumah di Jakarta, Senin (29/4/2013).
Aman menyatakan, pelaksanaan UN tersebut diklaim sah setelah mendapatkan konfirmasi dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) dan berdasarkan berbagai bahan acuan.
Sebelumnya pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat Tahun 2012/2013 di 11 provinsi bergeser dari jadwal semula pada 15 April 2013 menjadi 19 April 2013 dengan alasan pengepakan naskah soal di percetakan mengalami kendala teknis. Sempat dikhawatirkan, pergeseran jadwal ujian tersebut menimbulkan kebocoran soal.
Aman menguraikan bahwa proses pelaksanaan UN yang bergeser di 11 provinsi, sehingga terjadi penggandaan soal yang sudah diamankan dan secara proses sudah memenuhi prosedur. Untuk mengurangi kemungkinan kebocoran soal, maka dibuat surat edaran ke seluruh provinsi bahwa naskah UN di simpan secara baik dan aman serta rahasia di masing-masing provinsi.
Senada dengan Aman, Ketua MRPTN Idrus Paturusi mengatakan setelah dilakukan konsolidasi dengan beberapa rektor lainnya yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan UN, walaupun pada hari pertama ditemukan beberapa kendala namun secara umum berjalan sesuai yang diharapkan.
"Maka saya menyatakan semua telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur operasi standar," kata Idrus.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, pihaknya berani menyatakan UN tersebut sah karena sudah sesuai prosedur standar dan tidak terjadi kebocoran, sebab soal berbeda antara wilayah timur dan tengah. Sementara itu, investigasi juga sudah dilakukan oleh inspektorat jenderal pendidikan dan diharapkan selesai pekan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)